THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 15 Oktober 2012

TULISAN 3


Nama                   : Safira Shafa
NPM                     : 26210323
Kelas                    : 3EB20
Mata Kuliah        : Bahasa Indonesia 2#

Pembangunan Terlanjutkan
          Pembangunan terlanjutkan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
          Banyak laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan terlanjutkan sebagai terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat.
          Untuk sebagian orang, pembangunan terlanjutkan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk sebagian orang lain, konsep "pertumbuhan ekonomi" itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas.
          Pembangunan terlanjutkan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan terlanjutkan.
Faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang terlanjutkan yaitu: 
1. Terpelihranya proses ekologi yang esensial
2. tersedianya sumber daya yang cukup
3. lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai
          Ketiga faktor tersebut tidak saja mengalami dampak dari pembangunan, tetapi juga mempunyai dampak bagi pembangunan.
Faktor penentu pelaksanaan pembangunan terlanjutkan adalah:
a. Kehendak politik pemerintah
b. Peranan institusi lingkungan pemerintah
c. Peranan lembaga swadaya masyarakat
d. Peranan sektor pemerintah
e. Peranan media massa
f. Kesadaran dan partisipasi masyarakat

          Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan terlanjutkan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
         
          Menurut Emil Salim ( 1988 ) masalah – masalah mendatang adalah kependudukan, ketersediaan pangan, kelestarian spesies dan ekosistem, industrialisasi, ketersediaan energi, perkembangan kota, kemiskinan, dampak kemajuan teknologi yang mendua, kekuatan monopoli.


          Dengan adanya pembangunan terlanjutkan di indonesia, perhitungan PDB berdasarkan konsep pembangunan terkelanjutkan:

PNN = PNB – Dm – Dn

Keterangan :          PNN   : produk nasional netto yang terlanjutkan
                   PNB   : produk nasional bruto
                   Dm     : depresiasi barang modal
                   Dn      : depresiasi sumberdaya lingkungan
PNN = PNB – Dm – Dn – RA – A

Keterangan :          RA     : pengeluaran yang dibutuhkan untuk memulihkan sumber daya
                               Lingkungan
                   A       : pengeluaran yang dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan
         
Sistem – Sistem Ekonomi

          Pengertian sistem ekonomi adalah cara yang dilakukan oleh suatu Negara Sistem Perekonomian untuk mengatur ekonominya untuk mencapai tujuan. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem perekonomian setiap negara berbeda-beda tergantung sistem pemerintahan yang dianut oleh negara tersebut.
Unsur-unsur sistem ekonomi, yaitu :
  1. Unit-unit ekonomi ( rumah tangga, perusahaan, instasi pemerintah, dll )
  2. Pelaku-pelaku ekonomi ( produsen, konsumen, dsb )
  3. Lingkungan Sumber Daya Alam(SDA), Sumber Daya Manusia(SDM), dll.

Ada beberapa aspek penting dalam suatu system ekonomi:
1.     Komponen-komponen yang terdiri atas unit, pelaku dan institusi
2.    Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan berlanjut
3.     Memiliki fungsi koordinasi

a. Unit Ekonomi

          Unit ekonomi adalah individu atau kelompok-kelompok dalam system ekonomi yang bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujan tertentu. Misalnya rumah tangga konsumen, perusahaan, serikat bekerja, dan kantor pemerintah.

b. Agen Ekonomi

          Agen ekonomi adalah seseorang yang menjalankan fungsi-fungsi ekonomi tertentu. Misalnya konsumen, pekerja, pengusaha, investor, dan perencana.

c. Institusi Ekonomi

          Institusi ekonomi adalah sekumpulan norma-norma, aturan main, dan cara piker yang telah baku. Misalnya, hak milik, perusahaan-perusahaan, rumah tangga konsumen, pemerintah, uang, pajak, motivasi memperoleh keuntungan, perencanaan

d. Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan kontinu

          Untuk terbentuknya system ekonomi, unit-unit, pelaku-pelaku dan institusi-institusi harus saling terkait dan mempengaruhi. Akan tetapi system ekonomi baru benar-benar terbentuk jika hubungan dan ketergantungan tersebut bersifat teratur dan kontinu. Dengan demikian, arah pergerakan ekonomi dapat diramalkan.

e. Memiliki Fungsi Koordinasi

          Jika hubungan antarelemen dalam system ekonomi dapat diramalkan, system ekonomi dapat dipakai sebagai alat koordinasi. Elemen terpenting dari pengertian koordinasi adalah tercapainya keselarasan tindakan antarelemen dalam system, melalui proses komunikasi atau pertukaran informasi.

Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai:

1.     Sarana pendorong untuk melakukan produksi
2.     Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
3.    Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.

Klasifikasi Sistem Ekonomi

Berdasarkan Mekanisme Koordinasinya

1.  Sistem Ekonomi Tradisional
          Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat.
Ciri sistem ekonomi tradisional :
a) Aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan
b) Kehidupan masyarakatnya sangat sederhana
c) Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah:

1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah. Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang
    menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku
    badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

2.  Sistem Ekonomi Komando

          Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan.

Ciri-ciri sistem perekonomian komando adalah sebagai berikut:

a) Semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat
b) Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh  negara



Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah:
1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi
    lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 4. Relatif mudah melakukan
    distribusi pendapatan
4. Jarang terjadi krisis ekonomi

Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah:

1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

3.  Sistem Ekonomi Pasar

          Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Jadi, sistem ekonomi pasar sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi komando.
Ciri sistem perekonomian pasar adalah sebagai berikut:
a) Setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi
b) Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
c) Peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk
    menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi.

Kelebihan sistem ekonomi pasar antara lain:

1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif
    mencari laba

Kelemahan dari sistem ekonomi pasar antara lain:

1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh
    individu





Berdasarkan Ideologi

1.  Sistem Ekonomi Kapitalis

       Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah dapat  turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalisme:

-  Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
-  Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
-  Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
-  Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar

2.  Sistem Ekonomi Sosialis
          Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialisme:
- Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi
- Peran pemerintah sangat kuat
- Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
- Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

3.  Sistem Ekonomi Islam
          Sistem ekonomi yang menjadikan agama islam sebagai landasan sistem ekonominya. Sehingga ketika membahas ekonomi, Islam hanya membahas masalah bagaimana cara memperoleh kepemilikan harta kekayaan, bagaimana mengelola kepemilikan harta kekayaan yang telah dimiliki, serta cara mendistribusikan kekayaan tersebut di tengah-tengah masyarakat.  
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Islam :
- Memelihara norma-norma akhlak .
- Memenuhi kebutuhan masyarakat .
- Ekonomi islam menyeimbangkan antara kepentingan individu dengan masyarakat.


SUMBER         :







0 komentar: