Nama : Safira Shafa
NPM : 26210323
Kelas : 3EB20
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2#
Pembangunan Terlanjutkan
Pembangunan terlanjutkan adalah proses pembangunan (lahan,
kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang
tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Salah satu faktor
yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana
memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan
kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Banyak laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT
Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan terlanjutkan sebagai
terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling
bergantung dan memperkuat.
Untuk sebagian orang, pembangunan terlanjutkan berkaitan
erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan
ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk
sebagian orang lain, konsep "pertumbuhan ekonomi" itu sendiri
bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas.
Pembangunan terlanjutkan tidak saja berkonsentrasi pada
isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup
tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan
perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen hasil World
Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan
merupakan pilar pendorong bagi pembangunan terlanjutkan.
Faktor lingkungan yang
diperlukan untuk mendukung pembangunan yang terlanjutkan yaitu:
1. Terpelihranya proses
ekologi yang esensial
2. tersedianya sumber daya yang cukup
3. lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai
2. tersedianya sumber daya yang cukup
3. lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai
Ketiga
faktor tersebut tidak saja mengalami dampak dari pembangunan, tetapi juga
mempunyai dampak bagi pembangunan.
Faktor penentu pelaksanaan
pembangunan terlanjutkan adalah:
a. Kehendak politik pemerintah
b. Peranan
institusi lingkungan pemerintah
c. Peranan
lembaga swadaya masyarakat
d. Peranan
sektor pemerintah
e. Peranan
media massa
f. Kesadaran
dan partisipasi masyarakat
Salah satu faktor yang harus dihadapi
untuk mencapai pembangunan terlanjutkan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran
lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan
sosial.
Menurut Emil Salim ( 1988 ) masalah –
masalah mendatang adalah kependudukan, ketersediaan pangan, kelestarian spesies
dan ekosistem, industrialisasi, ketersediaan energi, perkembangan kota,
kemiskinan, dampak kemajuan teknologi yang mendua, kekuatan monopoli.
Dengan adanya pembangunan terlanjutkan di indonesia,
perhitungan PDB berdasarkan konsep pembangunan terkelanjutkan:
PNN = PNB – Dm – Dn
Keterangan : PNN : produk nasional netto yang terlanjutkan
PNB : produk nasional bruto
Dm : depresiasi barang modal
Dn : depresiasi sumberdaya lingkungan
PNN = PNB – Dm – Dn – RA
– A
Keterangan : RA : pengeluaran yang dibutuhkan untuk
memulihkan sumber daya
Lingkungan
A : pengeluaran yang dibutuhkan untuk
mencegah kerusakan lingkungan
Sistem – Sistem Ekonomi
Pengertian
sistem ekonomi adalah cara yang dilakukan oleh suatu Negara Sistem
Perekonomian untuk mengatur ekonominya untuk mencapai tujuan. Perbedaan
penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya
maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem perekonomian setiap
negara berbeda-beda tergantung sistem pemerintahan yang dianut oleh negara
tersebut.
Unsur-unsur sistem ekonomi, yaitu
:
- Unit-unit ekonomi ( rumah tangga, perusahaan,
instasi pemerintah, dll )
- Pelaku-pelaku ekonomi ( produsen, konsumen,
dsb )
- Lingkungan Sumber Daya Alam(SDA), Sumber Daya
Manusia(SDM), dll.
Ada beberapa aspek
penting dalam suatu system ekonomi:
1.
Komponen-komponen yang terdiri atas unit, pelaku dan institusi
2.
Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan berlanjut
3. Memiliki fungsi koordinasi
a. Unit Ekonomi
Unit ekonomi adalah individu atau kelompok-kelompok dalam system ekonomi yang bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujan tertentu. Misalnya rumah tangga konsumen, perusahaan, serikat bekerja, dan kantor pemerintah.
b. Agen Ekonomi
Agen ekonomi adalah seseorang yang menjalankan
fungsi-fungsi ekonomi tertentu. Misalnya konsumen, pekerja, pengusaha,
investor, dan perencana.
c. Institusi Ekonomi
c. Institusi Ekonomi
Institusi ekonomi adalah sekumpulan norma-norma, aturan
main, dan cara piker yang telah baku. Misalnya, hak milik,
perusahaan-perusahaan, rumah tangga konsumen, pemerintah, uang, pajak, motivasi
memperoleh keuntungan, perencanaan
d. Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan kontinu
d. Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan kontinu
Untuk terbentuknya system ekonomi, unit-unit, pelaku-pelaku
dan institusi-institusi harus saling terkait dan mempengaruhi. Akan tetapi
system ekonomi baru benar-benar terbentuk jika hubungan dan ketergantungan
tersebut bersifat teratur dan kontinu. Dengan demikian, arah pergerakan ekonomi
dapat diramalkan.
e. Memiliki Fungsi Koordinasi
e. Memiliki Fungsi Koordinasi
Jika hubungan antarelemen dalam system ekonomi dapat
diramalkan, system ekonomi dapat dipakai sebagai alat koordinasi. Elemen
terpenting dari pengertian koordinasi adalah tercapainya keselarasan tindakan
antarelemen dalam system, melalui proses komunikasi atau pertukaran informasi.
Sistem ekonomi dapat
berfungsi sebagai:
1.
Sarana pendorong untuk melakukan produksi
2.
Cara atau metode untuk
mengorganisasi kegiatan individu
3.
Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana
dengan baik.
Klasifikasi Sistem
Ekonomi
Berdasarkan Mekanisme
Koordinasinya
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem
ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat
zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan
kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat.
Ciri sistem ekonomi tradisional :
a) Aturan yang dipakai
adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan
b) Kehidupan
masyarakatnya sangat sederhana
c) Pertukaran dilakukan
dengan sistem barter (barang dengan barang)
Sistem ekonomi
tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat
persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa
sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem
ekonomi tradisional adalah:
1. Teknologi yang
digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil
produksi masih rendah. Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang
menganut sistem ekonomi tradisional, namun
di beberapa daerah pelosok, seperti suku
badui dalam, sistem ini masih digunakan
dalam kehidupan sehari – hari.
2. Sistem Ekonomi
Komando
Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang
menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat.
Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai
kegiatan ekonomi sangat dominan.
Ciri-ciri sistem
perekonomian komando adalah sebagai berikut:
a) Semua permasalahan
ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat
b) Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan
konsumsi diatur oleh negara
Kebaikan dari sistem ekonomi
terpusat adalah:
1.
Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi
lainnya
2.
Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3.
Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 4. Relatif mudah
melakukan
distribusi pendapatan
4.
Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan
dari sistem ekonomi terpusat adalah:
1.
Mematikan inisiatif individu untuk maju
2.
Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3.
Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
3. Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Jadi, sistem ekonomi pasar sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi komando.
Ciri sistem perekonomian pasar adalah sebagai berikut:
a) Setiap individu memiliki
kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi
b) Perekonomian diatur
oleh mekanisme pasar
c) Peranan modal dalam
perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk
menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga
dapat menciptakan efisiensi.
Kelebihan sistem ekonomi
pasar antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif
dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas
memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan
untuk maju
4. Barang yang dihasilkan
bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan
efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif
mencari laba
Kelemahan dari sistem
ekonomi pasar antara lain:
1. Sulitnya melakukan
pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi
eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli
yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak
dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh
individu
Berdasarkan Ideologi
1. Sistem Ekonomi
Kapitalis
Kapitalisme
adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap
orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang,
menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini
pemerintah dapat turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran kegiatan
perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam
ekonomi.
Ciri-ciri
Sistem Ekonomi Kapitalisme:
- Pengakuan yang
luas atas hak-hak pribadi
- Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
- Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
- Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
- Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Sosialis
adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar
kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur
tangan pemerintah.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi
Sosialisme:
- Tidak ada pengakuan
atas hak-hak pribadi
- Peran pemerintah sangat
kuat
- Pemerintah bertindak
aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
- Alat-alat produksi dan
kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
3. Sistem Ekonomi Islam
Sistem
ekonomi yang menjadikan agama islam sebagai landasan sistem ekonominya.
Sehingga ketika membahas ekonomi, Islam hanya membahas masalah bagaimana cara
memperoleh kepemilikan harta kekayaan, bagaimana mengelola kepemilikan harta
kekayaan yang telah dimiliki, serta cara mendistribusikan kekayaan tersebut di
tengah-tengah masyarakat.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Islam :
- Memelihara
norma-norma akhlak .
- Memenuhi kebutuhan
masyarakat .
- Ekonomi islam
menyeimbangkan antara kepentingan individu dengan masyarakat.
SUMBER :











0 komentar:
Posting Komentar