THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 03 April 2012

2eb20_K5

NAMA    : SAFIRA SHAFA
NPM       : 26210323
KELAS    : 2 EB 20

*Ekonomi Indonesia 2012 di Tengah Ketidakpastian Global

KOMPAS.com - Memasuki tahun 2012, ekonomi Indonesia masih menghadapi risiko atas ketidakpastain global yang tinggi kendati kinerja ekonomi Indonesia tahun 2011 bisa menjadi modal besar memasuki tahun 2012 terutama karena dukungan pasar domestik yang kuat.
·        Tantangan Global
        Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama.
        UE menghadapi problem fiskal yang berat dengan defisit anggaran rata-rata tercatat 6,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan rasio utang terhadap PDB sebesar 80 persen. Tidak hanya UE dijerat oleh krisis fiskal, problem anggaran di Amerika Serikat (AS) juga sangat akut. Dengan defisit anggaran sebesar 1,3 triliun dollar AS atau sekitar 8,6 persen dari perkiraan PDB 2011 dan besarnya utang pemerintah yang mencapai 15,6 triliun dollar AS atau sekitar 90 persen dari PDB. Krisis fiskal membuat AS kehilangan peringkat tertingginya AAA selama 70 tahun menjadi AA+ pada 3 Agustus 2011 lalu. 

        Dalam perkembangan belakangan ini ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan terutama dengan semakin membaiknya keyakinan konsumen dan turunnya tingkat penggangguran menjadi 8,5 persen pada Desember 2011. Harapan juga muncul dari UE seiring dengan semangat untuk melakukan konsolidasi fiskal disertai injeksi likuiditas dalam bentuk pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB) kepada perbankan di UE dengan bunga hanya 1 persen dan tenor 3 tahun.
        ECB dikabarkan masih akan menambah jumlah pinjaman tersebut hingga mencapai 1 triliun euro. Tambahan likuiditas dalam jumlah yang cukup masif ini juga memberi peluang mengalirnya dana UE tersebut ke emerging market Asia, termasuk ke Indonesia. Apalagi disaat yang sama, kondisi ekonomi Indonesia mempunyai kekuatan pasar domestik yang disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat.
·        Tantangan domestik
        Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.
        Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS.
        Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. 

        Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. 

        Pada saat yang sama pemerintah mulai 1 April mendatang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata sebesar 10 persen dan akan melarang mobil plat hitam menggunakan premium subsidi. Menurut pemerintah, kedua komponen tersebut diperkirakan akan menambah inflasi sebesar 0,8 persen. Namun kami perkirakan dampak totalnya memberikan tambahan inflasi hingga 2 persen. Ekspektasi kenaikan inflasi ini akan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Faktor-faktor tersebut membuat daya saing produk domestik kalah dibandingkan produk impor terutama untuk barang konsumsi.

        Akankah produk Indonesia bisa bersaing di pasar sendiri ditengah kemungkinan gempuran produk-produk impor yang lebih murah ditengah kendala yang ada? Kuncinya adalah kredibilitas pemerintah. Rencana pemerintah membangun berbagai proyek infrastuktur harus terealisasi dan pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan dalam jangka pendek.
Saatnya pemerintah juga agresif disisi fiskal, memastikan serapan anggaran yang maksimal sehingga peran pemerintah mendorong pertumbuhan yang bisa mengkompensasi kemungkinan perlambatan dorongan ekonomi dari penerimaan ekspor. Intinya adalah bagaimana membuat pasar domestik menjadi kekuatan ekonomi Indonesia ditengah berbagai risiko global saat ini. (Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas/lana.soelistianingsih@e-samuel.com)

*TANGGAPAN

Cara Pemerintah Mengatasi Masalah ekonomi di Indonesia saat ini yaitu dengan cara menggunakan kebijakan dalam ekonomi makro dan mikro yang sering dilakukan pemerintah seperti kebijakan moneter dan fiskal kalau kebijakan moneter biasanya kalau dilihat dari kehidupan sehari-hari seperti pengendalian jumlah uang yang beredar dan pengaturan tingkat suku bunga dan kredit sedangkan untuk kebijakan fiskal biasanya dilakukan apabila suatu negara sedang menghadapi masalah pengangguran yang tinggi dan apabila perekonomian suatu negara sedang menghadapi inflansi.
seperti kita lihat saai ini indonesia sedang diberitakan tentang masalah kenaikan harga BBM itu dilakukan pemeritah untuk menaikkan pendapatan negara tapi kita lihat apabila harga BBM dinaikkan akan mengakibatkan masyarakat yang berpendapatan rendah tidak dapat menjangkau harga barang, karena harga barang mengalami kenaikan biarpun hal tersebut tidak efisien tapi tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah menipisnya pendapatan negara dan karena hal itu dapat menyebabkan negara indonesia akan menalami inflasi yang rendah.

Sumber     :


2eb20_K4



NAMA      : SAFIRA SHAFA

NPM        : 26210323

KELAS      : 2 EB 20

 

 

*Krisis Eropa Masih Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah


Medan ( Berita ) :  Krisis keuangan di Eropa diperkirakan masih akan mempengaruhi nilai tukar Rupiah atas dolar AS dan harga jual komoditas. Bank Indonesia sendiri memprediksi ketidakpastian penanganan krisis Eropa ikut memicu volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
“Tekanan terhadap Rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga penghujung semester pertama 2012,” kata  Sekretaris Indonesia Bond Pricing Agency, Tumpal Sihombing, di Medan, Senin [16/01].
Krisis di Eropa masih berlanjut meski pemerintah di berbagai negara terus melakukan upaya pemulihan krisis itu. Penurunan peringkatat kredit Perancis misalnya memperkuat sikap Jerman bahwa pemimpin Uni Eropa harus mengeluarkan usaha dua kali lipat untuk mengatasi krisis utang.
Tetapi meski krisis berangsung, tetap saja ada harapan yang terlihat dari sejumlah sentimen positif dari pasar Asia yang terlihat  mampu menepis sentimen negatif dari Eropa.
“Kendati didominasi sentimen negatif dari Eropa, pelaku pasar tetap optimistis menyusul spekulasi pemerintah China yang akan kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi,”katanya.
Pertumbuhan ekonomi China yang tinggi akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia. Sekretaris Eksekuitf Gabungan Perusahaaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, mengakui, krisis di Eropa yang masih berlangsung mempengaruhi harga karet dengan terus terjadinya fluktuasi harga.
Harga ekspor karet tanggal 13 Januari misalnya tertekan lagi atau tinggal  3,369 dolar AS per kg untuk pengapalan Februari dari  harga sebelumnya yang sempat 3,370 dolar AS per kg. Tekanan harga juga terjadi umtuk pengapalan di  Maret yang menjadi tinggal 3,395 dolar AS dari 3,400 dolar AS per kg. “Harga terus berfluktasi termasuk nilai tukar Rupiah atas dolar AS dan itu membuat eksportir meningkatkan kehati-hatian dalam bertransaksi,”katanya.(  ant )

*TANGGAPAN
Setiap bangsa mempunyai cita-cita luhur yang ingin dicapai dan cita-cita tersebut mempunyai fungsi sebagai penentu dari tujuan nasional,dalam rangka mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia yang tak luput dari tantangan,ancaman,hambatan serta gangguan yang senantiasa perlu dihadapi ataupun ditanggulangi mencakup seluruh komponen bangsa terutama para penerus-penerus bangsa yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Oleh karena itu,suatu bangsa harus mempunyai kemampuan, kekuatan, ketangguhan dan keuletan dalam menghadapinya dan semua itu dilakukan tak lain dilakukan semata-mata untuk dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan suatu bangsa.
Dimana semua dari komponen ini disusun dan dikembangkan berdasarkan wawasan nusantara dan untuk mewujudkan semua itu bagi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat harus mempunyai kekuatan dari aspek-aspek,unsur-unsur ekonomi ketahanan nasional guna mengantisipasi kemungkinan besar dampak dari krisis global.
Badai krisis finansial yang berkecamuk di belahan bumi bagian barat bakal berlangsung dalam priode yang panjang. Faktor kesenjangan redistribusi pendapatan sosial membuat sistem kapitalisme mengalami sakit yang mendalam dan sistemik. Sehingga, tidak dapat lagi teratasi oleh suntikan bailout semata pada gilirannya, hal itu akan berdampak pada Indonesia dalam hal perdagangan ke kawasan tersebut. Antara lain dengan memperlemah pasar ekspor, menghambat potensi datangnya investasi dan memicu ketidakpastian kekuatan finansial di Asia.
Pemerintah sudah berusaha untuk segera mengatasi dampak krisis. Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan semua pihak, terutama rakyat Indonesia. Lalu bentuk dukungan apa yang bisa kita berikan, sebagai kontribusi dalam menghadapi gelombang tersebut?
Berikut adalah bentuk perwujudan cara untuk mengatasi krisis ekonomi global antara lain:
1. Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri
2. Memanfaatkan peluang perdagangan internasional
3.Tundalah membeli barang-barang mewah,terutama melalui sistem kredit,karena harganya akan mahal.
4. Jangan berinvestasi terlalu banyak dengan gaji anda,peganglah dalam bentuk cash
Sumber     :