Nama : Safira Shafa
NPM : 26210323
Kelas : 3EB20
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2#
OBLIGASI
Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu
pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji
untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat
tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam
obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi,
pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit.
Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10
tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintahAmerika yang disebut "U.S.
Treasury securities" diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau
lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat
utang" dan utang di bawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di
Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh
pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN)
dan utang di bawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan
Negara (SPN).
Obligasi secara
ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit" obligasi
adalah merupakan sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang"
obligasi adalah merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon"
obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur.
Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna
memperoleh pembiayaan investasi jangka
panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.
Pada beberapa negara,
istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan
tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan
istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan
secara luas kepada publik dan istilah "surat utang" digunakan bagi
penerbitan surat utang dalam skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada
sejumlah kecil investor. Tidak ada
pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah
"surat perbendaharaan" yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan
tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang . Obligasi memiliki risiko
yang tertinggi dibandingkan dengan "surat utang" yang memiliki risiko
menengah dan "surat perbendaharaan" yang memiliki risiko terendah
yang mana dilihat dari sisi "durasi" surat utang dimana makin pendek
durasinya memiliki risiko makin rendah.
Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang
disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa
pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahan penerbit saham,
sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau
kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangja
waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi
dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya ( terkecuali pada
obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.
JENIS-JENIS OBLIGASI
§ Obligasi suku bunga tetap memiliki kupon bunga dengan besaran tetap yang dibayar
secara berkala sepanjang masa berlakunya obligasi.
§ Obligasi suku bunga mengambang atau biasa juga disebut dengan Floating rate note (FRN)
memiliki kupon yang perhitungan besaran bunganya mengacu pada suatu indeks
pasar uang seperti LIBOR atau Euribor.
§ Junk bond atau "obligasi berimbal hasil tinggi" adalah obligasi yang
memiliki peringkat dibahah peringkat investasi yang
diberikan oleh lembaga
pemeringkat kredit. Oleh karena obligasi jenis ini memiliki risiko
yang cukup tinggi maka investor mengharapkan suatu imbal hasil yang lebih
tinggi.
§ Obligasi tanpa
bunga atau lebih dikenal
dengan istilah (zero coupon bond) adalah
obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. Obligasi ini diperdagangkan
dengan pemberian potongan harga dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima
secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo obligasi.
§ Obligasi inflasi atau lebih dikenal dengan sebutan (Inflation linked bond), dimana nilai pokok utang pada obligasi
tersebut adalah mengacu pada indeks inflasi. Suku bunga pada obligasi jenis ini
lebih rendah daripada obligasi suku bunga tetap . Namun dengan bertumbuhnya
nilai pokok utang sejalan dengan inflasi, maka pembayaran pelunasan obligasi
ini akan meningkat pula. Pada periode tahun 1980an, pemerintah Inggris adalah yang pertama kalinya
menerbitkan obligasi jenis ini yang diberi nama Gilts. Di Amerika obligasi jenis ini dikenal dengan nama
"Treasury Inflation-Protected Securities"
(TIPS) dan I-bonds.
§ Obligasi indeks lainnya, adalah surat utang berbasis ekuiti (equity linked note) dan
obligasi yang mengacu pada indeks yang merupakan indikator bisnis seperti penghasilan,
nilai tambah ataupun pada indeks nasional seperti Produk domestik
bruto.
§ Efek Beragun Aset adalah obligasi yang pembayaran bunga dan pokok
utangnya dijamin oleh acuan berupa arus kas yang diperoleh dari penghasilan
aset. Contoh dari obligasi jenis ini adalah Efek beragun KPR (mortgage-backed security-MBS), collateralized mortgage obligation (CMOs)
dan collateralized debt obligation (CDOs).
§ Obligasi subordinasi obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibandingkan
obligasi lainnya yang diterbitkan oleh penerbit dalam hal terjadinya likuidasi. Dalam hal terjadinya kepailitan maka ada hirarki dari para kreditur. Pertama
adalah pembayaran dari likuidator, kemudaian pembayaran utang pajak, dan lain-lain.
Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah obligasi yang memiliki
tanggal penerbitan paling awal yang disebut obligasi senior, setelah obligasi
ini dilunasi maka barulah pembayaran pelunasan obligasi subordinasi dilakukan.
Oleh karena risikonya lebih tinggi maka obligasi subordinasi ini biasanya
memiliki peringkat kredit lebih rendah daripada obligasi senior. Contoh utama
dari obligasi subordinasi ini dapat ditemui pada obligasi yang diterbitkan oleh perbankan dan pada Efek Beragun Aset . Penerbitan yang
berikutnya umumnya dilakukan dalam bentuk "tranches". Senior tranches dibayar
terlebih dahulu dari tranches subordinasi.
§ Obligasi abadi, Obligasi ini
tidak memiliki suatu masa jatuh tempo. Obligasi jenis ini yang terkenal dalam
pasar obligasi adalah "UK Consols" yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, atau juga dikenal dengan nama Treasury Annuities atau Undated Treasuries. Beberapa dari
obligasi ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1888 dan masih diperdagangkan hingga hari ini. Beberapa
obligasi jenis ini juga memiliki masa jatuh tempo yang sangat panjang sekali
seperti misalnya perusahaan West
Shore Railroad yang menerbitkan obligasi dengan masa jatuh tempo
pada tahun 2361 (atau abad ke 24). Terkadang
juga obligasi abadi ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi tersebut
pada saat ini yang nilai pokoknya mendekati nol.
§ Obligasi atas unjuk adalah merupakan sertifikat resmi tanpa nama pemegang dimana
siapapun yang memegang obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran
atas obligasi yang dipegangnya tersebut. Biasanya juga obligasi ini diberi
nomer urut dan didaftarkan guna menghindari pemalsuan namun dapat
diperdagangkan seperti layaknya uang tunai. Obligasi ini amat berisiko terhadap
kehilangan dan kecurian. Obligasi ini sering disalah gunakan untuk menghidari
pengenaan pajak.ref>Eason, Yla (June 6, 1983). "Final Surge in Bearer Bonds" New York Times.</ref> Para
perusahaan di Amerika menghentikan penerbitan obligasi atas unjuk i9ni sejak
tahun 1982 dan secara resmi dilarang oleh otoritas perpajakan pada tahun 1983.
§ Obligasi tercatat adalah obligasi yang kepemilikannya ataupun
peralihannya didaftarkan dan dicatat oleh penerbit atau oleh lembaga
administrasi efek.
Pembayaran bunga dan pembayaran pokok utang akan dtransfer langsung kepada
pemegang obligasi yang namanya tercatat.
§ Obligasi daerah atau di Amerika dikenal sebagai (municipal bond) adalah obligasi
yang diterbitkan oleh negara bagian, teritorial, kota, pemerintahan setempat,
ataupun lembaga-lembaganya. Bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi
seringkali tidak dikenakan pajak oleh negara bagian yang menerbitkan, namun
obligasi daerah yang diterbitkan guna suatu tujuan tertentu tetap dikenakan
pajak.
§ Obligasi tanpa warkat atau lebih dikenal sebagai Book-entry bond adalah suatu
obligasi yang tidak memiliki sertifikat, dimana mahalnya biaya pembuatan
sertifikat serta kupon mengakibatkan timbulnya obligasi jenis ini. Obligasi ini
menggunakan sistem elektronik terpadu yang mendukung penyelesaian transaksi
efek secara pemindahbukuan di pasar modal.
§ Obligasi lotere atau juga disebut Lottery
bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara (biasanya
negara-negara Eropa). Bunganya dibayar seperti tata cara pembayaran bunga pada
obligasi suku bunga tetap tetapi penerbit obligasi akan menebus obligasi yang
diterbitkannya secara acak pada waktu tertentu dimana penebusan atau pelunasan
obligasi yang beruntung terpilih akan dilakukan dengan harga yang lebih tinggi
daripada nilai yang tertera pada obligasi .
§ Obligasi perang atau War bond adalah
suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara guna membiayai perang
Jenis Obligasi di Indonesia
Secara umum jenis
obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi perusahaan dan Obligasi pemerintah.
Obligasi pemerintah sendiri terdiri dalam beberapa jenis, yaitu:
1. Obligasi Rekap,
diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi
Perbankan;
2. Surat Utang Negara (SUN),
diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
3. Obligasi
Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk
membiayai defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli
secara ritel;
4. Surat Berharga
Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi
syariah" atau "obligasi sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan
untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi