Nama : Safira Shafa
NPM : 26210323
Kelas : 3EB20
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2#
HUTANG JANGKA PANJANG
Hutang jangka panjang
adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu
lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca
per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset
tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka
panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda
akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang
jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian
hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.
Timbulnya Hutang
Jangka Panjang
Saat skala operasional
perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan
sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap
yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari
hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan
memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau
menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
- Keuntungan
menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen. - Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding
deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
- Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang
dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba
yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara
lain :
- Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan
perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
- Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang
jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut
pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak
demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut
bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
Jenis Hutang Jangka
Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada
dua golongan yaitu :
- Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan
perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam
penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah
atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi
pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan
dengan hutang.
- Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan
dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli
obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai
nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan
ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
SUMBER :
http://zulidamel.wordpress.com/2009/02/26/hutang-jangka-panjang/











0 komentar:
Posting Komentar