THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 30 April 2011

DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA

DISTRIBUSI PENDAPATAN

Distribusi pendapatan merupakan bagian yang terpenting dalam membentuk kesejahteraan. Dampak dari distribusi pendapatan bukan saja pada aspek ekonomi, tapi, juga aspek sosial dan politik. Dampak yang ditimbulkan dari distribusi pendapatan yang didasarkan atas konsep Islam, antara lain.
1.      Dalam konsep Islam perilaku distribusi pendapatan masyarakat bagian dari bentuk proses kesadaran masyarakat dalam mendekatkan diri kepada Allah. Oleh sebab itu, distribusi dalam Islam akan menciptakan kehidupan yang saling menghargai antara satu dengan lainnya, karena yang lain tidak akan sempurna eksistensinya sebagai manusia jika tidak ada yang lain
2.     Seorang muslim akan menghindari praktek distribusi yang menggunakan barang-barang yang merusak masyarakat. Misalnya, minuman keras, obat terlarang, dan pembajakan, lantaran dalam Islam distribusi tidak hanya didasarkan optimalisasi dampak barang tersebut terhadap kemampuan orang. Tapi, pengaruh barang tersebut terhadap prilaku masyarakat yang mengkonsumsinya.
3.     Negara akan ikut bertanggungjawab terhadap mekanisme distribusi dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok, atau golongan lebih-lebih kepentingan perorangan. Dengan demikian, sektor publik yang digunakan untuk kemaslahatan umat jangan sampai jatuh ke tangan orang yang mempunyai visi kepentingan kelompok, golongan dan kepentingan pribadi.
4.    Negara akan menyediakan fasilitas-fasilitas publik yang berhubungan dengan masalah optimalisasi distribusi pendapatan. Seperti sekolah, rumah sakit, lapangan kerja, perumahan, jalan, jembatan dan lain sebagainya.


DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA

Di negara Indonesia ini secara grafis dan klimatogis merupakan negara yang mempunyai potensi ekonomi yang sangat tinggi. Dengan garis ppantai yang terluas di dunia, iklim yang memungkinkan untuk pendayagunaan lahan sepanjaang tahun, hutan dan kandungan bumi Indonesia yang sangat kaya, merupakan bahan yang utama untuk membuat negara kita menjadi kaya. Suatu perencanaan yang bagus yang mampu memanfaatkan semua bahan baku tersebut secara optimal, akan mampu mengantarkan negara Indonesia menjadi negara yang makmur akan hasil pertaniannya dan hasil rempah-rempahnya. Ini terlihat dari hasil Pelita III sampai dengan Pelita V yang dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% - 8% membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan penduduk yang tinggi. Dan Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat julukan “Macan Asia”.
Namun ternyata semua pertumbuhan ekonomi dan pendapatan tersebut ternyata tidak memberikan dampak yang cukup berati pada usaha pengentasan kemiskinan. Indonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18% dan pada menjadi 14% pada tahun 2004. Situasi terbaik terjadi antara tahun 1987-1996 ketika angka rata-rata kemiskinan berada dibawah 20%, dan yang paling baik adalah pada tahun 1996 ketika angka kemiskinan hanya mencapai 11,3%.
Di Indonesia pada awal orde baru para pembuat kebijakkan perencanaan pembangunan di Jakarta masih sangat percaya bahwa proses pembangunan ekonomi yang pada awalnya terpusatkan hanya di Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya, dan hanya disektor-sektor tertentu saja pada akhirnya akan menghasilkan “Trickle Down Effect” . Didasarkan pada pemikiran tersebut, pada awal orde baru hingga akhir tahun 1970-an, strategi pembangunan ekonomi yang dianut oleh pemerintahan orde baru lebih berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa memperhatikan pemerataan pembangunan ekonomi.
Krisis yang terjadi secara mendadak dan diluar perkiraan pada akhir dekade 1990-an merupakan pukulan yang sangat berat bagi pembangunan Indonesia. Bagi kebanyakan orang, dampak dari krisis yang terparah dan langsung dirasakan, diakibatkan oleh inflasi. Antara tahun 1997 dan 1998 inflasi meningkat sebesar 6% menjadi 68%, sementara upah rill turun menjadi hanya sekitar sepertiga dari nilai sebelumnya. Akibatnya, kemiskinan meningkat tajam. Antara tahun 1996 dan 1999 proporsi orang yang hidup dibawah garis kemiskinan bertambah dari 18% menjadi 24% dari jumlah penduduk. Pada sat yang sama, kondisi kemiskinan menjadi semakin parah, karena pendapatan kaum miskin secara keseluruhan menurun jauh dibawah garis kemiskinan.

PROVINSI TERKAYA DI INDONESIA


Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya.
Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp1,5 triliun.
Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun.
Berdasarkan data yang VIVAnews himpun dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul.
Kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas.
Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia.

Daftar 20 kabupaten penerima dana bagi hasil sumber alam terbesar
NO
Kabupaten
Propinsi
Bagi Hasil (Rp miliar)
1
Kutai Kartanegara
Kaltim
2.566,55
2
Bengkalis
Riau
1.519,73
3
Kutai Timur
Kaltim
1.059,72
4
Siak
Riau
993,20
5
Rokan Hilir
Riau
911,07
6
Musi Banyuasin
Sumsel
858,45
7
Kampar
Kaltim
679,32
8
Kutai Barat
Kaltim
670,60
9
Pasir
Kaltim
593,64
10
Berau
Kaltim
553,26
11
Bulungan
Kaltim
482,82
12
Samarinda
Kaltim
480,19
13
Nunukan
Kaltim
478,34
14
Panajam Pasir Utara
Kaltim
477,03
15
Bontang
Kaltim
476,83
16
Malinau
Kaltim
462,34
17
Tarakan
Kaltim
454,55
18
Balikpapan
Kaltim
441,60
19
Natuna
Kep Riau
440,24
20
Mimika
Papua
424,33

Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp90 triliun.
Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp14,6 triliun, gas bumi Rp11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun.
Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.
Meski sumber alamnya kaya raya, namun tidak selalu identik dengan kondisi penduduknya. Di Kaltim, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2009, prosentase penduduk miskin memang relatif kecil, bahkan turun dari 9,51 persen pada Maret 2008 menjadi 7,73 persen pada Maret 2009.
Tetapi, di Papua, jumlah penduduk miskin masih sangat tinggi, bahkan naik yakni dari 37,08 persen pada Maret 2008 menjadi 37,53 persen pada Maret 2009. Mungkin ini juga menjadi salah satu bagian yang membuat situasi di Papua kerap bergejolak.


PROVINSI TERMISKIN DI INDONESIA


Yang dimaksud dengann penduduk miskin adalah merekaa yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah gariss kemiskinan. Angka garis kemiskinann pada Maret 2010 adalah Rp211.726,- per kapita per bulan
http://rol.republika.co.id/images/news/2008/10/20081004142145.jpg
10 Propinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi (%) No Propinsi Angka Kemiskinan
1 Papua Barat 36,80
2 Papua 34,88
3 Maluku 27,74
4 Sulawesi Barat 23,19
5 NTT 23,03
6 Nusa Tenggara Barat 21,55
7 Aceh 20,98
8 Bangka Belitung 18,94
9 Gorontalo 18,70
10 Sumatera Selatan 18,30

Sumber: Sensus Nasional BPS 2010

Pengurangan kemiskinan sepanjang periode Maret 2009-Maret 2010 menjadi salah satu acuan bagaimana strategi yang bisa diterapkan. Pada periode itu angkaa kemiskinan berkurang 1,51 juta orang, menurut catatan BPS, terjadi karenaa sejumlah hal.

Pertama, inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 3,43 persen. Kedua, rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan 3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.

Ketiga, produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan II) mencapai 65,15 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 1,17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64,40 juta ton GKG.

Keempat, sebagiann besar penduduk miskin (64,65 persen pada 2009) bekerja di sektor pertanian. Nilai Tukar Petani naik 2,45 persen dari 98,78 pada Maret 2009 menjadii 101,20 pada Maret 2010.
Kelima, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5,7 persen terhadap Triwulan I 2009, sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3,9 persen pada periode yang sama.

sumber :



 
http://id.shvoong.com/how-to/2090443-10-provinsi-termiskin-di-indonesia/

Senin, 21 Maret 2011

-PETA PEREKONOMIAN INDONESIA-


AKU BANGGA AKAN PEREKONOMIAN INDONESIA!



I. PENDAHULUAN

Indonesia berada di garis khatulistiwa sehingga banyak sumber daya alam yang menjadi kannya hasil bumi, dan menjadi dikenal dan di ketahui oleh dalam negeri maupun luar negeri dan ada banyak mata pencaharian yang dapat dilakukan di Indonesia ini. Indonesia juga di kenal dengan budaya nya yang beraneka ragam.
Kita juga akan membahas tentang Perekonomian Indonesia dilihat dari berbagai aspek yang ada di Indonesia.

II. LATAR BELAKANG

1.  KEADAAN GEOGRAFIS INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- 195 – 200 juta Ha. Indonesia memiliki 17.504 pulau, yang terdiri dari 5 pulau besar. Lautan 3.257.453 km². Letak geografis indonesia : 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT - 141°45'BT.  Ini bisa menjadi kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Dan bisa juga menjadi ancaman bagi Indonesia. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempatan bagi Indonesia yang sebagian besar merupakan kepulauan yang suburdan kaya akan hasil bumi dan tambang,dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia.
Namun kenyataan itu bisa menjadi kelemahan dan ancaman bagi Perekonomian Indonesia. Karna jika banyak sumber daya yang hanya dinikmatai oleh sebagian masyarakat dan banyak pihak ligar yang mengambil kekayaan Indonesia secara Ilegal.
Indonesia mengalami 2 musim, dengan kondisi iklim yang demikian yang menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi spesifik sifatnya.  Indonesia juga menempati posisi yang strategis , terletak di antara 2 benua dan 2 samudera, sejak sebelum kemerdekaan Indonesia pun telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya.



2.     MATA PENCAHARIAN
Mata pencaharian di Indonesia sebagian besar berada di sektor agraris. Bagi yang tinggal di pedesaan bermata pencaharian seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan sejenis lainnya. Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masih dominan, tetapi jika di bandingkan dengan sektor-sektor diluar pertanian menampakan adanya penurunan terhadap prosentase. Yang perlu di waspadai dalam sektor pertanian ini adalah bahwa komoditi yang di hasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapet bersaing dengan komoditi-komoditi yang sektor lain, seperti : industri , sehingga masayarakat Indonesia yang bermata pencaharian di bidang pertanian semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja di industri. Adapun langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk mengatasi nya :
-      Memperbaiki kehidupan penduduk atau petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarana nya di bidang pertanian.
-      Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian.
-      Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis.
-      Menunjang kegiatan transmigrasi.



       3.    SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia, yang kemudian disingkat SDM, merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Bicara mengenai sumber daya manusia, maka terkait juga dengan perencanaan SDM, yaitu proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan SDM sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya.
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
        ·  Kepentingan Individu.
        ·  Kepentingan Organisasi.
        ·  Kepentingan Nasional.
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
         ·  Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
         ·  Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir. Singkatnya, perencanaan sumber daya manusia memberikan petunjukmasa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja.
Adapun syarat-syarat perencanaan sumber daya manusia antara lain :
         ·  Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
         ·  Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
         ·  Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi    persediaan SDM.
        ·  Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
        ·  Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
        ·  Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhanpemerintah.
Berikut prosedur perencanaan sumber daya manusia :
        ·  Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
        ·  Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
        ·  Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
        ·  Menetapkan beberapa alternative.
        ·  Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
        ·  Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Jika perencanaan sumber daya manusia dilakukan dengan baik, maka akan diperoleh keuntungan :
      ·  Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
        ·   Biaya SDM menjadi lebih kecil, karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
     · Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
       ·  Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanitadan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
·       Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
          Jika kita tengok sejarah mngenai pertumbuhan Indonesia sebelum orde baru, pertumbuhan di Indonesia masih cukup tinggi -/+ 2,8% , dan setelah pemerintah baru bahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi ,mulai repilta I sampai repelita IV penduduk Indonesia hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan 2,3% dan 1,9% untuk repelita selanjutnya.
          Indonesia masih mengalami masalah SDM terhadap penduduknya, yaitu    :
       -      Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
       -      Penyebaran yang kurang merata.
       -      Kurang seimbangnya struktur dan komposisi penduduk.
          Dan tetapi ada juga tindakan-tindakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasinya :
       -      Melaksanakan program KB.
       -      Meningkatkan mutu SDM.
  
        Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Tidak seimbangnya beban penduduk antar daerah itu akan berdampak terpusat modalnya hanya di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawasehingga persaingan tenaga kerja sangat tinggi, sehingga upah tenaga kerja menjadi rendah. Rendahnya tingkat upah berakibat timbulnya kesengsaraan dan pengangguran dan kriminalitas semakin merajalela.
          Tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah :
      -      Penyelenggaran program transmigrasi.
      -      Memperbaiki dam menciptakan lapangan kerja baru  di daerah tertinggal.
      -      Meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum.
      -      Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.



        4.    INVESTASI
           Keputusan menunda konsumsi sumber daya atau bagian penghasilan demi meningkatkan kemampuan menambah/menciptakan nilai hidup di masa mendatang merupakan investasi. Dalam bahasa lebih fisiolofis, segala sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menciptakan/menambah nilai kegunaan hidup adalah investasi. Jadi investasi bukan hanya dalam bentuk fisik melainkan juga non-fisik, terutama peningkatan kualitas SDM.
     Dari pengalaman negara-negara maju terbukti bahwa faktor yang paling berpengarih terhadap kemajuan ekonomi adalah besarnya barang modal dan kualitas SDM. Karena itu jika sebuah perekonomian ingin maju, perekonomian tersebut harus melakukan investasi.
     Untuk memperoleh suatu perumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkupulnya modal dan sumber daya sebagai investasi menduduki peran yang sangat penting.
     Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/biaya rutin pemerintah. Pemerintah tidak dapat terus menerus engandalakan tabungan pemerintah.adapun upaya-upaya untuk membantu memenuhi dana investasi bangunan, upaya nya yaitu           :
        -      Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas.
        -      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak.
        -      Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penenam modal asing.
        -      Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan sistem perkreditan.


I   II. PENUTUP

1.     KESIMPULAN
Menurut saya apa yang ada di negara kita yang di miliki masih banyak yang harus perlu di tingkatkan lagi dan melakukan cara-cara yang lebih efektiv untuk menaggulangi nya.
         
2.    PENUTUP
Sekian lah makalah saya mengenai Peta Perekonomian Indonesia. Mungkin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, karena terbatasnya pengetahuan yang saya miliki.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca nya, mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam penulisan, saya hanyalah manusia biasa yang terkadang mempunyai kesalahan.

Terima Kasih,



             Sumber  :