THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 21 Maret 2011

-PETA PEREKONOMIAN INDONESIA-


AKU BANGGA AKAN PEREKONOMIAN INDONESIA!



I. PENDAHULUAN

Indonesia berada di garis khatulistiwa sehingga banyak sumber daya alam yang menjadi kannya hasil bumi, dan menjadi dikenal dan di ketahui oleh dalam negeri maupun luar negeri dan ada banyak mata pencaharian yang dapat dilakukan di Indonesia ini. Indonesia juga di kenal dengan budaya nya yang beraneka ragam.
Kita juga akan membahas tentang Perekonomian Indonesia dilihat dari berbagai aspek yang ada di Indonesia.

II. LATAR BELAKANG

1.  KEADAAN GEOGRAFIS INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- 195 – 200 juta Ha. Indonesia memiliki 17.504 pulau, yang terdiri dari 5 pulau besar. Lautan 3.257.453 km². Letak geografis indonesia : 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT - 141°45'BT.  Ini bisa menjadi kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Dan bisa juga menjadi ancaman bagi Indonesia. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempatan bagi Indonesia yang sebagian besar merupakan kepulauan yang suburdan kaya akan hasil bumi dan tambang,dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia.
Namun kenyataan itu bisa menjadi kelemahan dan ancaman bagi Perekonomian Indonesia. Karna jika banyak sumber daya yang hanya dinikmatai oleh sebagian masyarakat dan banyak pihak ligar yang mengambil kekayaan Indonesia secara Ilegal.
Indonesia mengalami 2 musim, dengan kondisi iklim yang demikian yang menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi spesifik sifatnya.  Indonesia juga menempati posisi yang strategis , terletak di antara 2 benua dan 2 samudera, sejak sebelum kemerdekaan Indonesia pun telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya.



2.     MATA PENCAHARIAN
Mata pencaharian di Indonesia sebagian besar berada di sektor agraris. Bagi yang tinggal di pedesaan bermata pencaharian seperti : pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan sejenis lainnya. Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masih dominan, tetapi jika di bandingkan dengan sektor-sektor diluar pertanian menampakan adanya penurunan terhadap prosentase. Yang perlu di waspadai dalam sektor pertanian ini adalah bahwa komoditi yang di hasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapet bersaing dengan komoditi-komoditi yang sektor lain, seperti : industri , sehingga masayarakat Indonesia yang bermata pencaharian di bidang pertanian semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja di industri. Adapun langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk mengatasi nya :
-      Memperbaiki kehidupan penduduk atau petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarana nya di bidang pertanian.
-      Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian.
-      Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis.
-      Menunjang kegiatan transmigrasi.



       3.    SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia, yang kemudian disingkat SDM, merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Bicara mengenai sumber daya manusia, maka terkait juga dengan perencanaan SDM, yaitu proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan SDM sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya.
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
        ·  Kepentingan Individu.
        ·  Kepentingan Organisasi.
        ·  Kepentingan Nasional.
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
         ·  Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
         ·  Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir. Singkatnya, perencanaan sumber daya manusia memberikan petunjukmasa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja.
Adapun syarat-syarat perencanaan sumber daya manusia antara lain :
         ·  Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
         ·  Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
         ·  Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi    persediaan SDM.
        ·  Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
        ·  Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
        ·  Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhanpemerintah.
Berikut prosedur perencanaan sumber daya manusia :
        ·  Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
        ·  Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
        ·  Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
        ·  Menetapkan beberapa alternative.
        ·  Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
        ·  Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Jika perencanaan sumber daya manusia dilakukan dengan baik, maka akan diperoleh keuntungan :
      ·  Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
        ·   Biaya SDM menjadi lebih kecil, karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
     · Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
       ·  Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanitadan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
·       Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
          Jika kita tengok sejarah mngenai pertumbuhan Indonesia sebelum orde baru, pertumbuhan di Indonesia masih cukup tinggi -/+ 2,8% , dan setelah pemerintah baru bahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi ,mulai repilta I sampai repelita IV penduduk Indonesia hanya berkisar antara 2,1% sampai dengan 2,3% dan 1,9% untuk repelita selanjutnya.
          Indonesia masih mengalami masalah SDM terhadap penduduknya, yaitu    :
       -      Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
       -      Penyebaran yang kurang merata.
       -      Kurang seimbangnya struktur dan komposisi penduduk.
          Dan tetapi ada juga tindakan-tindakan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasinya :
       -      Melaksanakan program KB.
       -      Meningkatkan mutu SDM.
  
        Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Tidak seimbangnya beban penduduk antar daerah itu akan berdampak terpusat modalnya hanya di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawasehingga persaingan tenaga kerja sangat tinggi, sehingga upah tenaga kerja menjadi rendah. Rendahnya tingkat upah berakibat timbulnya kesengsaraan dan pengangguran dan kriminalitas semakin merajalela.
          Tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah :
      -      Penyelenggaran program transmigrasi.
      -      Memperbaiki dam menciptakan lapangan kerja baru  di daerah tertinggal.
      -      Meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum.
      -      Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.



        4.    INVESTASI
           Keputusan menunda konsumsi sumber daya atau bagian penghasilan demi meningkatkan kemampuan menambah/menciptakan nilai hidup di masa mendatang merupakan investasi. Dalam bahasa lebih fisiolofis, segala sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menciptakan/menambah nilai kegunaan hidup adalah investasi. Jadi investasi bukan hanya dalam bentuk fisik melainkan juga non-fisik, terutama peningkatan kualitas SDM.
     Dari pengalaman negara-negara maju terbukti bahwa faktor yang paling berpengarih terhadap kemajuan ekonomi adalah besarnya barang modal dan kualitas SDM. Karena itu jika sebuah perekonomian ingin maju, perekonomian tersebut harus melakukan investasi.
     Untuk memperoleh suatu perumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkupulnya modal dan sumber daya sebagai investasi menduduki peran yang sangat penting.
     Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/biaya rutin pemerintah. Pemerintah tidak dapat terus menerus engandalakan tabungan pemerintah.adapun upaya-upaya untuk membantu memenuhi dana investasi bangunan, upaya nya yaitu           :
        -      Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas.
        -      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak.
        -      Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penenam modal asing.
        -      Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan sistem perkreditan.


I   II. PENUTUP

1.     KESIMPULAN
Menurut saya apa yang ada di negara kita yang di miliki masih banyak yang harus perlu di tingkatkan lagi dan melakukan cara-cara yang lebih efektiv untuk menaggulangi nya.
         
2.    PENUTUP
Sekian lah makalah saya mengenai Peta Perekonomian Indonesia. Mungkin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, karena terbatasnya pengetahuan yang saya miliki.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca nya, mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam penulisan, saya hanyalah manusia biasa yang terkadang mempunyai kesalahan.

Terima Kasih,



             Sumber  :






Selasa, 22 Februari 2011

PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT DI BAWAH PIMPINAN SBY






Indonesia beberapa tahun lalu tengah mengalami krisis perekonomian. Setelah melewati krisis lebih dari sepuluh tahun. Pada  saat Perekonomian Indonesia di bawah Pimpinan Presiden SBY  (Susilo Bambang Yudhoyono) mengalami peningkatan yang baik setelah masa pemerintahan Megawati. Meskipun proses peningkatan ini berjalan dengan lambat,tetapi telah memberikan hasil yang baik dan tanggapan masyarakat cukup baik dengan ada nya peningkatan ini pada masa pemerintahan Presiden SBY. Kita harus terus mendukung program-program dan kebikan-kebiojakan yang di jalankan Pemerintah dengan baik, agar hasilnya juga baik untuk perkembangan  negara kita ini dan memberikan dampak positif bagi kita masyarakat Indonesia. Pemerintah juga harus memikirkan tentang perekonomi masyarakat yang terbatas keadaannya.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 akan tumbuh pada kisaran 6,3-6,5 persen, dengan tingkat inflasi berada pada posisi 5 persen, plus minus 1 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih besar dibanding 2010.
Untuk mencapai pertumbuhan pada 2011 pemerintah harus mampu memperlambat derasnya arus modal baik yang masuk ke dalam maupun ke luar negeri. "Pada sisi arus masuk modal (capital inflow) ke dalam negeri harus dijaga, jangan sampai terlalu besar masuk ke instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia), karena SBI merupakan instrumen moneter bukan instrumen investasi," kata Hartadi. SBI merupakan salah satu target investor karena masih memberikan margin yang cukup aktraktif, ditandai dengan banyaknya short term capital yang masuk ke instrumen tersebut.
Pada posisi seperti itu, terdapat tiga kondisi yang dihadapi yaitu, BI tidak bisa terlalu cepat menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), karena akan berdampak pada inflasi. BI berupaya memperpanjang jatuh tempo SBI dan mengalihkan instrumen SBI ke deposito berjangka (time deposit).





SUMBER   :


Kamis, 06 Januari 2011

Fungsi Manajemen Dan Organisasi

A. Pengertian Manajemen (Definition of Management)

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari Bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manègeyang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Menurut James A.F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang telah di tentukan.
Dari berbagai pengertian di atas, dapat di rumuskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses pengguna sumber daya organisasi lainnya untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah di tetapkan.
Manajemen mengalami perkembangan yang sangat luar biasa dengan di mulainya revolusi industri. Hal ini dapat di terima karena revolusi industri mengakibatkan perusahaan semakin besar. Perkembangan perusahaan menuntut adanya pemanfaatan biaya secara efektif dan efisien. Selain itu, di perlukan pula pengelolaan perusahaan yang lebih profesional. Pelopor-pelopor manajemen pada saat itu adalah Frederick Taylor, James Watt Jr, Robert Owen, Mathew Boulton, Charless Babbage, dan Henry Fayol. James Watt Jr dan Mathew Boulton banyak mengembangkan teknik manajemen tentang pasar, pengaturan tata letak mesin, dan manajemen personalia.

Peranan/ Metode dalam manajemen :
1. Mengetahui adanya persoalan
2. Mendefinisikan persoalan
3. Mengumpulkan data ,fakta ,dan informasi
4. Menyusun alternative penyeleseian
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternative penyeleseian
6. Melaksankan keputusan serta melakukan tindak lanjut

Manajemen terbagi menjadi empat fungsi berikut ini penjelasannya  :

1.            Planning  merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.
2.            Organizing  merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.
3.            Leading  fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.
4.            Controlling  fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.

II. Organisasi
A.            Pengertian Organisasi
·                        Organisasi adalah perserikatan untuk mencapai tujuan.
·                        Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
·                        Organisasi dalam arti bagan adalah gambaran skematis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan .
·                        Organisasi dalam arti dinamis adalah proses penetapan dan pembagian pekerjaan,pembatasan tugas dan tanggung jawab, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga dapat bekerja dengan efektif untuk mencapai tujuan .
Organisasi terdapat tiga faktor atau unsur penting yaitu :
·                        adanya sekelompok orang
·                        adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka
·                        adanya tujuan yang ingin dicapai

B.             Bentuk organisasi
Dalam suatu organisasi, yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan dan tanggung jawab. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada masing-masing struktur organisasi yang akan dibahas satu per satu dibawah ini :

1.              Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.

Kebaikannya;
a.             Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
b.             Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
c.             Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

Keburukannya;
a.             Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
b.             Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c.             Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2.              Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Kebaikannya;
a.             Pembidangan tugas-tugas jelas.
b.             Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
c.             Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
a. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
b. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
3.              Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
a.             Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
b.             Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
c.             Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
a.             Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
b.             Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
4.              Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.

Prinsip-prinsip organisasi
Agar organisasi berjalan baik, di perlukan pedoman atau prinsip dalam melaksanakan kegiatanya.prinsip-prinsip organisasi adalah :

1.perumusan tujuan dengan jelas
Bila akan melakukan suatu aktivitas, pertama-tama harus dijelaskan dulu tujuannya.bagi suatu organisasi,tujuan aktivitas itu akan berperan sebagai:
*pedoman kearah mana organisasi itu akan dibawa
*landasan bagi organisasi bersangkutan
*menentukan macam aktivitas yang akan dilakukan
*menentukan serangkaian program, prosedur ,koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan mekanisasi

2.pembagian tugas
Dalam suatu organisasi , pembagian tugas merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pekerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan deskripsi tugas (job description) )masing-masing departemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi.

3.delagasi kekuasaan
Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah delagasi kekuasaan. Kepada setiap karyawan yang menduduki jabatan tertentu harus di delegasikan kekuasaan, atau wewenag yang di perlukan agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya.wewenang atau kekuasaan itu mempunyai aspek pengambilan 
keputusan , penggunaan peralatan , dan lain sebagainya.

4.rentangan kekuasaan
Yang dimaksud rentangan kekuasaan adalah berapa jumlah orang yang tepat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu memimpin , membimbing , dan mengawasi secara efektif

5.tingkat tingkat pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahankan sesedikit mungkin.harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin.selain memudahkan komunikasi , juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi pada struktur organisasinya.

6.kesatuan perintah dan tanggung jawab
Menurut prinsip ini, seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan yang memberinya perintah dan menerima pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan tugasnya

7.koordinasi
Adanya pembagian tugas dan bagian bagian serta unit-unit terkecil di dalam organisasi, cenderung menimbulkan kekuatan untuk memisahkan diri dari organisasi sebagai suatu keseluruhan .

Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
sebab keberhasilan organisasi:
1. Kesatuan pimpinan dan perintah
2. Solidaritas yang tinggi
3. Pengambilan keputusan yang bijak dan cepat
4. Segala sesuatu yang berkaitan dengan masa depan suatu organisasi harus di musyawarahkan
5. Menjunjung tinggi nilai tanggung jawab dan disiplin
6. Kerja sama yang baik
Sebab kegagalan organisasi:
1. tidak adanya komunikasi yang baik antara anggota organisasi dan pemimpin
2. kekurang kompakan dalam organisasi
3. kurang disiplin
4. tidak bertanggung jawab pada suatu hal yang dikerjakan
5. kerja sama tidak terlalu baik

 sumber:
-          Fuad,M.2001.PENGANTAR BISNIS.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama