Nama : Safira Shafa
NPM : 26210323
Kelas : 4EB20
Mata Kuliah : Akuntansi International#
PENETAPAN
HARGA TRANSFER
Harga transfer (transfer pricing) adalah harga jual khusus
yang dipakai dalam pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan unit
penjual (selling division) dan unit divisi pembeli (buying divison). Pada
penjelasan ini pengertian harga transfer dibatasi pada nilai yang diberikan
atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi yang setidaknya
salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba.
A. Tujuan Harga Transfer
1. Memaksimalkan penghasilan
global
2. Mengamankan posisi
kompetitif anak/cabang perusahaan dan penetrasi pasar
3. Mengevaluasi kinerja
anak/cabang perusahaan mancanegara
4. Menghindarkan
pengendalian devisa
5. Mengatrol kredibilitas
asosiasi
6. Mengurangi risiko moneter
7. Mengatur arus kas
anak/cabang yang memadai
8. Membina hubungan baik
dengan admintrasi setempat
9. Mengurangi beban
pengenaan pajak dan bea masuk
10. Mengurangi
risiko pengambil alihan oleh pemerintah.
B. Metode Penentuan Harga Transfer
Ada dua metode penentuan
harga yaitu :
1. Prinsip dasar
prinsip dasarnya adalah
bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan
seandainya produk tersebut dijual kekonsumen luar atau dibeli dari pemasok
luar.
2. Situasi ideal
yang terdiri dari :
a. Orang –orang yang Kompeten
Idealnya,para manajer
harus memperhatikan kinerja jangka panjang dari pusat tanggung jawab
mereka,sama seperti kinerja jangka pendeknya.staf yang terlibat dalam negosiasi
dan arbitrase harga transfer juga harus kompeten.
b. Atmosfer yang Baik
Para manajer harus
menjadikan profitabilitas,sebagaimana diukur dalam laporan laba rugi
mereka,sebagai cita –cita yang penting dan pertimbangan yang signifikan dalam
penilaian kinerja mereka.
c. Harga Pasar
Harga transfer yang ideal
adalah berdasarkan harga pasar normal dan mapan dari produk identik yang sedang
ditransfer,harga pasar mencerminkan kondisi yang sama dengan produk yang
dikenakan harga transfer.
d. Kebebasan Memperoleh Sumber Daya
Alternatif dalam
memperoleh sumber daya haruslah ada,dan para manajer sebaiknya didizinkan untuk
memilih alternatif yang paling baik untuk mereka.manajer pembelian harus bebas
untuk membeli dari pihak luar,dan manajer penjualan harus bebas untuk menjual
ke pihak luar.
e. Informasi Penuh
Para manajer harus
mengetahui semua alternatif yang ada,serta biaya dan pendapatan yang relevan
dari masing –masing alternatif tersebut.
f. Negosiasi
Harus ada mekanisme kerja
yang berjalan lancar untuk melakukan negosiasi kontrak antar usaha. Jika semua
kondisi diatas terpenuhi,maka sistem harga transfer berdasarkan harga pasar
dapat menghasilkan keselarasan cita –cita,dan tidak membutuhkan administrasi
pusat
C. Penentuan Harga Transfer
Internasional : Variabel Yang Rumit
Kebutuhan untuk penentuan
harga transfer muncul apabila barang dan jasa dipertukaran di antara unit-unit
organisasi yang sama. Ada beberapa variabel dalam mementukan harga transfer:
1.
Faktor Pajak
Harga transaksi yang
wajar merupakan harga yang akan diterima oleh pihak-pihak tidak berhubungan
istimewa untuk barang-barng yang sama atau serupa dalam keadaan yang sama
persis atau serupa. Metode penentuan harga transaksi wajar yang dapat diterima
adalah:
a)
Metode penentuan harga tidak terkontrol yang sebanding
b)
Metode penentuan harga jual kembali
c)
Metode penentuan biaya plus dan
d)
Metode harga lainnya
2.
Faktor Tarif
Tarif yang dikenakan
untuk barang-barang impor juga mempengaruhi kebijakan penentuan harga transfer
perusahaan multinasional. Sebagai tambahan atas keseimbangan yang
diidentifikasikan, perusahaan multinasional harus mempertimbangkan biaya dan
manfaat tambahan, baik internal maupun eksternal. Tarif pajak tinggi yang
dibayarkan oleh importer akan menghasilkan dasar pajak penghasilan yang lebih
rendah.
3.
Faktor Daya Saing
Demikian juga halnya,
harga transfer yang lebih rendah dapat digunakan untuk melindungi operasi yang
sedang berjalan dari pengaruh kompetisi luar negeri yang semakin mengikat pada
pasar setempat atau pasar lainnya. Pertibangan daya saing seperti itu harus
diseimbangkan terhadap banyak kerugian berakibat sebaliknya. Harga transfer
untuk alasan-alasan kompetitif dapat mengundang tindakan anti trust oleh
pemerintah.
4.
Risiko Lingkungan
Apabila faktor daya saing
luar negeri dapat menjamin harga transfer yang rendah dan dibebankan kepada
anak perusahaan luar negeri, resiko atas harga inflasi yng sangat tinggi dapat
mengakibatkan hal yang sebaliknya. Inflasi mengurangi daya beli uang tunai yang
dimiliki perusahaan. Harga transfer yang tinggi terhadap barang atau jasa yang
diberikan kepada anak perusahaann yang menghadapi inflasi tinggi dapat
mengalihkan kas dalam jumlah yang sangat besar dari anak perusahaan tersebut.
5. Faktor Evaluasi Kinerja
Kibijakan harga transfer
juga dipengaruhi oleh pengaruh mereka terhadap perilaku manajemen dan sering
kali merupakan penentu kinerja perusahaan yang utama.
6.
Kontribusi Akuntansi
Para akuntan manajemen
dapat memainkan peranan yang signifikan dalam menghiting kesibangan dalam
strategi penentuan harga transfer. tantangan yang dihadapi adlah mempertahankan
perpseektif global pada saat melakukan pemetaan manfaat dan biaya yang
berkaitan dengan keputusan penentu harga.
D. Metodologi Penentuan Harga Transfer
Dalam suatu dunia dengan
harga transfer yang sangat kompetitif, tidak akan menjadi masalah besar ketika
hendak menetapkan harga transfer sumber daya dan jasa antar perusahaan. Namun
demikian, jarang sekali terdapat pasar eksternal yang kompetitif untuk
produk-produk yang ditransfer antar entitas yang berhubungan istimewa tersebut.
Masalah penentuan ini sangat terasa dalam tingkat internasional, karena konsep
akuntansi biaya ini berbea dari satu negara ke negara lainnya.
1.
Harga Versus Biaya Versus
Sistem harga transfer
berbasis biaya dapat menangulangi kebanyakan kekurangan ini.
sistem ini (1) sederhana
digunakan, (2) didasarkan pada data yang langsung tersedia, (3) mudah untuk
dijelaskan kepada otoritas pajak, (4) merupakan hal yang sering dilakukan,
sehingga dapat menghindari terjadinya fiksi internal yang sering terjadi
apabila sistem arbitrer digunakan.
2.
Prinsip Wajar
Harga transfer
antarperusahaan dengan mengadaikan transaksi itu terjadi antara pihak-pihak
yang tidak berhubungan istimewa dipasar yang kompetitif.
3.
Metode Harga Tidak Terkontrol yang Setara
Metode ini tepat
digunakan jika barang tersedia dalam jumlah cukup sehingga penjualan yang
dikonrtol pada dasarnya sebanding dengan penjualan pada
pasar terbuka.
4.
Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara
Diterapkan untuk
pengalihan aktiva tidak berwujud. Metode ini digunakan untuk
mengidentifikasikan tingkat royalti acuan dengan mengacu pada transaksi yang
tidak terkontrol dimana aktiva tidak berwujud yang sama dialihkan.
5.
Metode Harga Jual Kembali
Metode ini menghitung
harga transaksi yang wajar yang diawali dengan harga yang dikenakan atas penjualan
barang yang dimaksud kepada pembeli yang idependen.
6.
Metode Penentuan Biaya Plus
Metedo ini secara khusus
berguna apabila barang semi jadi dialihkan antarperusahaan afiliasi luar
negeri, atau jika satu entitas merupakan sub kontraktor bagi perusahaan lain.
7.
Metode Laba Sebanding
Metode ini umumnya
memerlukan penyesuaian atas perbedaan-perbedaan yang ada antara pihak yang
dibandingkan. Faktor-faktor yang memerlukan penyesuaian tersebut adlah kodisi
penjualan yang berbeda, perbedaan biaya modal, resiko nilai tukar valuta asing,
dan resiko lainnya dan perbedaan dalam praktik pengukuran akuntansi.
8.
Metode Pemisahan Laba
Metode ini digunakan jika
acuan produk atau pasar tidak tersedia. Pada dasarnya metode ini mecakup
pembagian laba yang dihasilkan melalui transaksi dengan pihak berhubungan
istimewa, yaitu antara perusahaan afiliasi berdasarkan cara yang wajar.
9.
Metode Penentuan Harga Lainnya
Menurut OECD : Harus
diakui bahwa harga yang wajar dalam banyak kasus tidak dapat ditetapkan dengan
tepat dan bahwa dalam situasi seperti itu akan dipandang perlu untuk mencari
perkiraan wajar yang mendekatinya. Seringkali, akan lebih bermanfaat untuk
perhiyungan lebih dari satu metode untuk mendapatkan perkiraan atas harga yang
memuaskan dengan memperhatikan bukti-bukti yang tersedia.
10. Perjanjian
Penentuan Harga Lanjutan
Mekanisme yang digunakan
oleh perusahaan multinasional dan otoritas pajak untuk secara sukarela
menegosiasikan metodelogi penentuan harga transfer yang disepakati dan mengikat
kedua belah pihak.
E. Penentuan Harga
Transfer
Tentunya
dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan
harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah
satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus
terus diperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan. Prinsip dasarnya adalah bahwa harga
transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk
tersebut diual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal
tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan
yang menetapkan prinsip ini.
Secara umum harga transfer dapat ditentukan dengan
menggunakan metode-metode berikut:
1)
Harga Transfer Berdasarkan Harga Pasar (Market-Based Transfer Prices)
Harga transfer berdasarkan harga pasar dipandang sebagai penentuan harga
transfer yang paling independen. Barang-barang yang diproduksi unit penjual
dihargai sama dengan harga yang berlaku di pasar, pada sisi divisi penjual ada
kemungkinan untuk memperoleh profit, pada sisi pembeli harga yang dibayarkan
adalah harga yang sewajarnya.
Namun yang menjadi kelemahan utama dari sistem ini adalah jika harga suatu
produk ternyata tidak tersedia di pasar. Tidak semua barang-barang yang
diperjual-belikan antar divisi tersedia di pasar, misalnya pada suatu industri
yang terdeferensiasi dan terintegrasi seperti industri kertas, jika divisi
penjual harus mengirim kertas yang setengah jadi ke divisi lain, pasar tidak
menyediakan harga kertas mentah atau setengah jadi.
Namun, jika harga pasar tersedia atau dapat diperkirakan maka ada baiknya
menggunakan harga pasar. Meskipun demikian, jika tidak ada cara untuk
memperkirakan harga kompetitif, pilihan lainnya adalah mengembangkan harga
transfer berdasarkan biaya (cost-based transfer price).
2) Harga Transfer Berdasarkan Biaya (Cost-based Transfer Prices)
Perusahaan menggunakan metode penetapan harga transfer atas dasar biaya yang
ditimbulkan oleh divisi penjual dalam memproduksi barang atau jasa, penetapan
harga transfer metode ini relatif mudah diterapkan namun memiliki beberapa kekurangan.
Pertama, penggunaan biaya sebagai harga transfer dapat mengarah pada keputusan
yang buruk, jika seandainya unit penjual tidak dapat memproduksi dengan optimal
sehingga menghasilkan biaya yang lebih tinggi daripada harga pasar, maka dapat
terjadi kecenderungan pembelian barang dari luar. Kedua, jika biaya digunakan
sebagai harga transfer, divisi penjual tidak akan pernah menghasilkan laba dari
setiap transaksi internal. Ketiga, penentuan harga transfer yang berdasarkan
biaya berarti tidak ada insentif bagi orang yang bertanggung jawab
mengendalikan biaya.
Umumnya
perusahaan menetapkan harga transfer atas biaya berdasarkan biaya variabel dan
atau biaya tetap dalam bentuk: biaya penuh (full cost), biaya penuh ditambah
mark-up (full cost plus markup) dan gabungan antara biaya variabel dan tetap
(variable cost plus fixed fee).
3) Harga Transfer Negoisasi (Negotiated Transfer Prices)
Dalam ketiadaan harga, beberapa perusahaan memperkenankan divisi-divisi dalam
perusahaan yang berkepentingan dengan transfer pricing untuk menegosiasikan
harga transfer yang diinginkan. Harga transfer negoisasi memiliki beberapa
kelebihan. Pertama, pendekatan ini melindungi otonomi divisi dan konsisten
dengan semangat desentralisasi. Kedua, manajer divisi cenderung memiliki informasi
yang lebih baik tentang biaya dan laba potensial atas transfer dibanding
pihak-pihak lain dalam perusahaan.
Harga transfer negosiasian mencerminkan prespektif kontrolabilitas yang inheren
dalam pusat-pusat pertanggungjawaban karena setiap divisi yang berkepentingan
tersebut pada akhirnya yang akan bertanggung jawab atas harga transfer yang
dinegosiasikan. Namun transfer pricing ini tidak begitu mudah untuk ditentukan
karena posisinya pada situasi sulit yang bisa menimbulkan conflict of interest
diantara kedua belah pihak yang terlibat, yaitu divisi penjual dan divisi
pembeli. Artinya, tidak akan ada satu metode transfer price yang terbaik, yang
akan diterima mutlak oleh kedua belah pihak.
Sumber
:
Choi D.S. Frederick &
Meek K. Gary. 2005. Akuntansi Internasional, Edisi 5 Buku 2. Jakarta: Salemba
Empat