Nama : Safira Shafa
NPM : 26210323
Kelas : 4EB20
Mata Kuliah : Etika Profesi Akuntansi#
Pengertian Etika
Etika adalah sebuah sesuatu
dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi
mengenai standar dan penilaian morsl. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik,
buruk dan tanggung jawab.
Prinsip Etika
Ada 2 prinsip etika yang
akan terus abadi untuk diperdebatkan yaitu absolutisme etikadan relativisme
etika. Kedua prinsip ini merupakan prinsip yang saling bertentangan satu
sama lain. Adanya pertentangan ini disebabkan oleh perbedaan pandangan tentang
moral. Keberadaan kedua prinsip etika ini secara tak sadar mau pun disadari
sudah ada kira-kira sejak tahun 500 SM, para filsuf yang terkait hal ini
diantaranya adalah Hecataeus, Protagoras, dan Herodotus, mereka berasal dari
Yunani.
Relativisme
Etika
Dasar katanya adalah
relatif (berkaitan dengan … /tergantung kepada … ). Relativisme itu sendiri
berarti paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak,
mulai dari pengetahuan mau pun prinsip. Terkait dengan istilah relativisme
etika, Shomali telah memberikan definisi yang cukup mudah dipahami yaitu “relativisme
etika adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara
universal; kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau
pilihan individu” (2005:33). Â Untuk memahami gambaran besar relativisme etika maka perhatikan
contoh berikut:
·
Membunuh itu bisa benar
dan juga bisa salah tergantung apa tujuan orang melakukan pembunuhan
·
Orang Callatia memakan
ayah mereka yang telah mati sebagai penghormatan dan kebanyakan dari tanggapan
kita terhadap hal itu adalah tidak bermoral. Tetapi bagi orang Callatia
membakar atau mengubur orang mati adalah perbuatan menakutkan dan menjijikkan
atau tidak bermoral
Absolutisme
Etika
Sedangkan absolutisme
berasal dari dasar kata absolut yang artinya mutlak merupakan paham yang
percaya bahwa segala sesuatu yang ada itu memiliki sifat mutlak dan universal.
Dengan ini, absolutisme etika dapat
didefinisikan sebagai paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral
itu universal, berlaku untuk siapa saja, dan di mana saja. Tidak ada tawar
menawar dalam prinsip ini, juga tidak tergantung pada adanya kondisi yang
membuat prinsip moral dapat berubah. Untuk memahami gambaran besarnya silakan
diperhatikan contoh berikut:
·
Bagaimana pun dan apa pun
alasannya membunuh adalah perbuatan tidak bermoral
·
Memperkosa adalah
perbuatan yang keji dan tidak bermoral
·
Mengambil hak orang lain
adalah perbuatan yang tidak bermoral
Untuk memahami antara
relativisme etika dan absolutisme etika silakan bandingkan masing-masing contoh
keduanya dan silakan mengambil kesimpulannya. Silakan baca juga perbedaan antara
amoral dan immoral dalam ranah filsafat moral untuk memahami dasar etika.
Basis Teori Etika
a. Etika
Teleologi
dari kata Yunani, telos =
tujuan,
Mengukur
baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua
aliran etika teleologi :
-
Egoisme Etis
-
Utilitarianisme
* Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme
adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar
pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Satu-satunya tujuan
tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Egoisme ini baru menjadi
persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu
ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai
kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut
teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu
harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat
sebagai keseluruhan.
Dalam
rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya
suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”,
kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
b. Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus
ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi
kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah
kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama,
sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
c. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini
adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik
buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori
deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua
sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua
manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
d. Teori Keutamaan (Virtue)
memandang sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil,
atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut :
disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan
memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Egoisme
Egoisme merupakan
motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya
menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu
tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang
dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah
"egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Hal
ini berkaitan erat dengan narsisme, atau "mencintai diri sendiri,"
dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri
dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan
kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan
karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak
daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan
memanfaatkan altruism. Irasionalitas. dan kebodohan orang lain, serta
memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan / atau kecerdikan untuk menipu.
Egoisme
berbeda dari altruisme, atau bertindak untuk mendapatkan nilai kurang dari yang
diberikan, dan egoisme, keyakinan bahwa nilai-nilai lebih didapatkan dari yang
boleh diberikan. Berbagai bentuk "egoisme empiris" bisa sama dengan
egoisme, selama nilai manfaat individu diri sendirinya masih dianggap sempurna.
OPINI :
Menurut
pendapat saya etika adalah hal penting yang perlu diterapkan oleh setiap
manusia, karena etika sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-hari, seperti
sopan santun dan akhlak setiap manusia.
SUMBER :











0 komentar:
Posting Komentar